Harapan, Akankah Berujung Baik Dengan Takdir?

image source

Sudah sejak kecil tentu kita memiliki suatu angan-angan yang ingin kita capai kelak saat kita besar. Pada saat duduk bangku Sekolah Dasar saja kita sudah ditanyai “Apa cita-cita kamu?”. Ingatan saya masih sangat kuat ketika saya masih duduk di bangku Kelas satu Sekolah Dasar. Waktu itu kurang lebih sekitar 16 tahun yang lalu.

Teman sekelas saya ada yang mengatakan kalau mereka ingin jadi Pilot, Polisi, Guru, Dokter, dan sebagainya. Semuanya kita memiliki cita-cita masing-masing.

Begitupun halnya dengan orang-orang yang terlebih dahulu menjejaki kaki mereka di dunia ini. Setiap individu kita tentu memiliki sebuah harapan dan cita-cita yang ingin di capai. Hanya saja apakah semua yang kita cita-cita dahulu apakah sudah tercapai atau tidak. Sebagian orang mungkin telah menggapai cita-citanya dan berselancar dalam kebahagiaan. Sebagian orang lain mungkin saja belum mencapai titik kebahagiaan untuk mewujudkan cita-citanya.

Kisah pilu yang mungkin melanda dalam kehidupan kita. Perjalanan cita-cita mungkin saja bisa kandas di tengah jalan. Pada akhirnya kehidupan kita saat ini tidak berjalan dengan apa yang kita cita-citakan pada waktu kecil. Jika menelusuri makna dari cita-cita, maka akan di dapatkan penerjemahan bahwa cita-cita bukanlah sekedar sebuah harapan atau angan-angan namun, dia melebihi dari itu.

Secara nyata dapat kita lihat saat ini, beberapa teman kita yang dulunya bercita-cita untuk menjadi polisi kini malah menjadi seorang Guru di salah satu Sekolah Dasar. Seharusnya di usia saat ini adalah usia sudah matang untuk dia mewujudkan cita-citanya. Namun, semua itu berjalan tidak sesuai dengan keinginan kita.


image source

Lantas apakah faktor yang membuat kita keluar dari semua harapan di masa lalu? Apakah kemudian manajeman kehidupan kita yang masih tidak begitu baik atau faktor keberuntungan?

Secara garis besar, hendaknya cita-cita itu harus dapat di gapai pada masa tertentu. Semuanya tergantung dari apa yang kita cita-citakan. Saya pikir manajemen waktu dan usia menjadi hal terpenting dalam mewujudkan cita-cita. Karena ada sebagian orang pada usianya yang sudah dewasa kemudian pasrah terhadap takdirnya. Ada banyak hal yang perlu kita rencanakan untuk mewujudkan cita-cita. Perjalanan waktu semakin memakan usia kita. Sehingga peluang untuk menggapai cita-cita semakin kecil.

Seseorang yang bercita-cita sebagai tentara tentu memiliki batasan umur agar dia bisa di terima di dalam pendidikan. Ketika usianya sudah melewati batas, maka pupus sudah cita-citanya. Tidak ada harapan untuk dapat mewujudkan. Pada pertengahan perjalanan kemudian kita malah menentukan pilihan yang lain. Pilihannya adalah pasrah dengan takdir dan ikhlas menjalani semua ini.

Tidak ada salahnya juga jika kemudian pada usia tertentu kita malah memiliki cita-cita yang berbeda. Saya rasa itu bukan termasuk manajemen hidup yang buruk. Barangkali dalam usia tertentu kita lebih paham dengan apa yang ada dalam diri kita. Sehingga kita memiliki keputusan yang baru untuk menentukan pilihan hidup kita.

Meskipun usia yang semakin tua, tidak ada alasan untuk kita berhenti dalam bercita-cita. Hanya saja mungkin saja cita-cita itu harus di sesuaikan dengan posisi diri kita. Bukan berarti kemudian kita tidak boleh untuk berangan-angan setinggi-tingginya. Saya hanya berpikir, sejauh mana kapasitas yang kita miliki untuk mewujudkan itu?


image source

Memang tidak ada yang mustahil apabila kita ingin berusaha. Namun, tidakkah kemudian kita berpikir kesanggupan kita untuk menempuh semua itu. Apakah kita harus memaksa diri untuk menemukan semua harapan itu? Tidakkah kemudian kita akan merasa putus asa bila semua itu tidak tercapai?

Pertanyaan itu seringkali merasuki dalam benak pikiran kita. Sehingga membuat kita takut untuk melakukan sesuatu. Setiap orang takut untuk menjadi gagal, namun apakah kita akan tau kegagalan jika kita belum mencoba? Tidak perlu memaksa kehendak yang berlebihan, kita hanya perlu menjalankan semua harapan itu sesuai kemampuan dan kapasitas yang kita miliki.

Kita harus memiliki sebuah harapan dalam menentukan tujuan hidup kita. Itu menjadi hal terpenting untuk kita berpetualang di dunia. Jiakalau tidak, maka akan sia-sia waktu yang kita miliki. Selama kita masih hidup dan bisa bertindak maka tidak ada alasan untuk berhenti berangan-angan.

Tidak ada salah jika kita memiliki banyak harapan. Meskipun dalam waktu dan keadaan tertentu harapan itu bisa saja berubah. Kita memang harus banyak menempatkan banyak pilihan di dalam hidup ini. Pilihan adalah sebuah keputusan untuk mempersiapkan diri menghadapi kegagalan. Karena apa bila pilihan pertama gagal, maka kita masih memiliki pilihan selanjutnya. Secara manusiawi kita selalu menginginkan banyak hal dalam kehidupan ini, itulah manusia.


image source

Kita memiliki banyak harapan dan tidak akan pernah merasa puas terhadap suatu hal. Kita menginginkan sesuatu yang lebih dari apa yang telah kita dapati. Kita lupa segala hal dan kelebihan dan lupa akan kesederhanaan. Namun, perlu kita sadari bahwa tidak akan ada yang sempurna dalam hidup ini. Hanya saja bagaimana kita bisa menikmati semua yang telah kita dapati dan membuatnya menjadi sesempurna mungkin. Kita perlu berharap berlebihan, yang kita butuhkan adalah bertindak.

Kita memiliki banyak harapan yang belum tercapai. Terkadang sesuatu yang diharapkan melebihi dari kenyataan kehidupan kita. Tiada guna bila terus berangan-angan namun tidak melakukan tindakan untuk mewujudkan. Manajemen hidup yang baik adalah salah satu kunci untuk mendapatkannya. Dalam kondisi ini kita perlu menjadi diri yang dapat menyeimbangi antara harapan dan tindakan. Semua harus pada garis normal dan tidak melampaui batas kemampuan.

Peran manusia hanyalah berusaha dan memanjatkan do’a. Jika kita sebagai manusia yang beragama tentu kita akan memahami bahwa semua kehendak ada pada Allah. Teruslah berusaha dan mencoba segala hal untuk mewujudkan cita-cita. Ada faktor penting yang akan dapat mencapai titik itu. Kita harus menjadi diri yang tidak mudah putus asa, dan tidak takut untuk gagal. Pada akhirnya kita harus berusaha, menanamkan komitmen hingga akhirnya keberuntungan takdir akan memihak kepada kita.

0 Comments on “Harapan, Akankah Berujung Baik Dengan Takdir?”

  1. Hi would you mind sharing which blog platform you’re working with?
    I’m going to start my own blog in the near future but I’m having a hard
    time making a decision between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and
    Drupal. The reason I ask is because your design and
    style seems different then most blogs and I’m looking for something unique.
    P.S Apologies for getting off-topic but I had to ask!
    I’ve been browsing online more than 2 hours today,
    yet I never found any interesting article like yours.

    It’s pretty worth enough for me. In my opinion, if all webmasters and bloggers made good content as you did,
    the web will be much more useful than ever before.
    It’s appropriate time to make some plans for the future and it’s time to be happy.
    I have read this post and if I could I wish to suggest you some interesting things or suggestions.
    Perhaps you can write next articles referring to this article.
    I want to read even more things about it! http://nestle.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *