Lakukan 3 Langkah Ini Untuk Melindungi Mata Dari Sinar Biru Layar Elektonik

Dalam perkembangan teknologi penggunaan alat elektronik yang tidak tepat akan berdampak buruk terhadap kesehatan. Alat-alat telekomunikasi seperti komputer, laptop dan handphone adalah suatu revolusi yang masuk kedalam kehidupan masyarakat saat ini. Kini hampir seluruh manusia berkontak langsung dengan media komunikasi tersebut.Tanpa kita sadari, saat menatap layar laptop, komputer dan handphone ada sinar cahaya yang masuk ke dalam mata kita. Sinar cahaya yang masuk tersebut merupakan sinar yang berasal dari layar yang dipancarkan oleh LED. Sinar ini dinamakan dengan sinar biru, cahaya yang terpancarkan dari sinar ini memiliki energi yang cukup kuat.

download.pngimage source
Jika cahaya masuk ke dalam mata dalam jangka waktu yang cukup lama, hal ini dapat menyebabkan gangguan pada bagian retina. Cahayanya memiliki panjang gelombang sekitar 300-500 nm. Sumber alami terbesar dari sinar biru ini adalah matahari. Jadi, selain cahaya LED dari barang-barang elektronik sumber terbesar sinar biru adalah matahari.

Kita bahkan sering kali terpapar dengan dengan sinar ini ketika beraktivitas di luar ruangan. Namun, sinar biru yang dimiliki oleh matahari memiliki dampak yang berbeda dari sinar biru yang berasal dari barang elektronik. Sinar biru dari matahari bisa jika berkontak langsung dengan tubuh bisa bermanfaat bagi tubuh untuk membangkitkan mood dan siklus alami tidur.

Sinar biru akan sangat berbahaya apabila kita sering kali berkontak langsung dengan alat elektronik. Hal ini tentu saja akan mengganggu kesehatan bola mata kita. Salah satu jenis penyakit yang dapat ditimbulkan dari sinar biru ini adalah Age Related Makula Degeneration. Penyakit ini adalah kerusakan yang terjadi pada retina yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.

Berdasarkan hal tersebut diperlukan satu langkah untuk dapat menghindari dari penyakit berbahaya itu. Diperlukan satu tindakan untuk bisa menerapkan pola hidup sehat. Ada beberapa cara yang dapat kita terapkan untuk terhindar dari sinar biru. Beberapa cara berikut ini bisa menjadi pedoman yang bisa kita terapkan di dalam menjalani rutinitas.

1. Beri Waktu Jeda Untuk Menatap Layar


image source
Jangan terlalu sering menatap menatap layar elektronik. Berilah waktu istirahat bagi mata Anda. Segarkan kembali mata Anda dengan berhenti sejenak. Dala satu penelitian yang di ungkapkan oleh Dr. Routheir, mata perlu beristirahat setiap 20 menit. Waktu jeda menatap layar elektronik bisa sekitar 20-30 menit. Dalam waktu ini usahakan mata Anda untuk melakukan aktivitas lain seperti berkedip, melihat benda-benda berwarna hijau, melihat ke luar jendela ataupun benda-benda lain yang ada disekitar Anda. Pastikan Anda untuk melakukan aktivitas ini secara berkelanjutan.

2. Gunakan Lensa Yang Dapat Beradaptasi


image source
Ada beberapa benda yang bisa Anda gunakan untuk menagkal masukny cahaya biru. Beberapa benda seperti kaca mata penyaring cahaya biru dengan jenis Sunglass Blublocker bisa menjadi salah satunya. Selain itu ada juga lensa lain yang bisa beradaptasi dan dapat digunakan pada kacamata. Untuk menyesuaikan jenis lensa yang tepat, Anda bisa mengkonsultasikan hal tersebut kepada dokter.

3. Stabilkan Sinar Pada Layar


image source
Saya mungkin saja bisa merekomedasikan Anda untuk mengunduh beberapa aplikasi pengatur cahaya pada layar elektronik. Namun, nampaknya hal itu hanya akan membuat Anda sedikit sibuk unduh mengunduh dan menyimpannya di ruang. Pelajarilah bahwa layar handphoen maupun layar komputer memiliki pengaturan untuk mengatur kualitas pencahayaan. Beberapa sistem operasi seperti mode malam mungkin saja bisa menjadi solusi. Penngunaan mode malam akan mengurangi pantulan sinar cahaya pada layar handphoen maupun komputer.

Demikianlah beberapa langkah yang bisa kita gunakan unntuk menghindari dampak dari sinar biru. Penngunaan sinar biru pada layar elektronik memang berfungsi untuk memberikan kita kenyamanan saat menatap layar. Namun, penggunaan yang berlebihan akan memberikan dampak buruk terhadap kesehatan mata kita. Sudah semestinya sejak sekarang kita menghindari dampak buruk tersebut.

Resource : 123

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *