Nyaris Saja, Ini Pengalamanku Menjadi Host Konser Rialdoni

Selama ini saya tidak pernah menyangka akan menjadi host di salah satu acara musik. Ini benar-benar diluar dugaan saya sebelumnya. Rasanya seperti diambang mimpi antara benar atau tidak. Ternyata menjadi Host di event non formal seperti acar musik itu tidaklah begitu mudah.

Memang sebelumnya saya pernah beberapa kali menjadi pemandu ataupun Master Of Ceremony (MC) di acara formal seperti seminar, diskusi publik, talk show dan debat. Akan tetapi kali ini saya merasakan nuansa yang benar-benar sangat berbeda. Saya merasakan seperti ada suatu beban yang harus saya tanggung.

Permasalahan kali ini bukanlah tentang bagaimana saya harus bisa mengatur nafas, suara dan intonasi. Akan tetapi saya memiliki tantangan yang cukup berat untuk dapat berinteraksi langsung dengan ratusan mata yang menatap begitu tajam. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memanage emosi agar bisa berinteraski dengan audience.

Hal yang saya lakukan di atas panggung tidaklah begitu mudah. Saya berhadapan dengan sejumlah public figur dan orang-orang yang kebanyakan di antara mereka adalah penggemar musik.

_MG_0091.JPG
(Sharing Bersama Rialdoni)
Nah, pengalaman inilah yang ingin saya bagikan di komunitas ini. Acara itu sendiri bernama¬†“Acara Puncak Festival Nasional”¬†yang diadakan oleh salah satu organisasi mahasiswa di kampus tersebut. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa lokal, mahasiswa luar daerah, dan masyarakat umum. Kebetulan juga ini merupakan hari terakhir dari acara yang dilaksanakan selama 3 hari.

Acara tersebut juga ikut dimeriahkan oleh Rialdoni yang merupakan salah satu musisi lokal Aceh yang sedang populer saat ini. Mereka menyanyikan lagu bergenre pop melayu aceh. Kebanyakan lagu-lagu mereka bertajuk tentang cinta dan asmara. Tak diherankan lagi jika kebanyakan penggemar mereka adalah kalangan kaum muda.

Menerima Undangan Dari Panitia

Jauh hari sebelumnya saya sudah mengetahui bahwa akan ada acara Festival Nasional di kampus saya itu. Menjelang satu minggu sebelum acara tiba-tiba saya mendapatkan telepon dari salah seorang panitia. Katanya saya diminta untuk menjadi MC, Moderator dan Host pada acara tersebut. Saya sempat berbincang panjang lebar dengannya menanyakan perihal konsep acara itu. Setelah mimikirkan banyak hal akhirnya saya bersedia menerima tawarannya.

Sebenarnya pada waktu itu saya masih merasa kurang yakin untuk menjadi Host. Saya khawatir tidak akan mampu memanage komunikasi dan emosional pada acara non formal yang bertajuk konser musik itu. Jujur saja, saya belum pernah berpengalaman menjadi host pada acara musik.

Pada hari berikutnya saya dihubungi kembali oleh pihak panitia. Saya dikabari bahwa acara musik itu akan ada dua Host. Saya meminta kepada pihak panitia untuk mengirimkan kontak teman duet saya yang ditunjuk sebagai host.

Membangun komunikasi Dengan Teman Duet Ngehost

Saya mencoba menghubungi orang yang akan menjadi teman ngehost saya pada acara musik itu. Setelah mengobrol cukup lama dengannya melalui telepon. Secara garis besar, saya dan dia juga masih kebingungan mengenai konsep acara itu. Karena sejauh ini kami belum mendapatkan kejelasan tentang bagaimana konsep yang dibangun oleh panitia pada acara itu. Saya menyarankan kepada dia untuk kembali menghubungi panitia dan menanyakan tentang hal itu.

Satu hari sebelum acara saya kembali menghubungi dia untuk menanyakan kembali mengenai bagaimana konsep acara yang akan kami bangun. Bagi saya konsep acara dari sebuah kegiatan menjadi hal yang sangat terpenting untuk diketahui terlebih dahulu. Karena dengan mengetahui konsepnya kita akan mendapatkan gambaran tentang bagaimana cara memandu acara itu.

Saya berusaha untuk terus berkomunikasi dengan dia. Saya seperti mendapatkan tantangan baru. Pada acara yang dipandu oleh dua host, itu artinya saya harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan teman host saya. Tidak hanya itu juga, saya harus mampu berinteraksi dengan baik agar bisa memandu jalannya konser itu.

Menguji Adrenalin Di atas Panggung

Setibanya hari acara, sejak pagi harinya jantung saya mulai berdetak begitu cepat. Sesekali saya mencoba menghembuskan nafas panjang. Keringat dingin mulai terasa di bagian tangan dan tubuh saya, jantungpun mulai deg-degan. Saya duduk di atas kursi berwarna biru sambil menunggu konfirmasi dari pihak panitia.

Setelah menunggu beberapa menit, pihak panitia meminta kami untuk segera menuju kepentas. Dibantu oleh maisar, saya mencoba untuk membangun komunikasi dengan seluruh audience. Saya berusaha untuk tetap tenang.

_MG_0115.JPG
(Tepuk tangan dan sorak sorai dari audience)
Hal yang paling membuat saya senang dan bangga adalah ketika bisa satu panggung dengan dua musisi yang sedang populer itu. Sungguh ini adalah diluar dugaan saya sebelumnya. Kebetulan juga saya sangat menyukai lagu-lagu dari Rialdoni. Perlahan-lahan saya mulai terbawa suasana dan memaksimalkan diri untuk menguasi panggung bersama maisar.

Suasana semakin meriah dengan tepuk tangan dan sorak sorai para penonton. Sepertinya mereka begitu menikmati acara ini. Acara konser itu dikemas dengan bertajuk talkshow. Artinya adanya sesi bincang-bincang dengan dua musisi. Saya dan Maisar menanyakan berbagai pertanyaan kepada keduanya. Di atas panggung yang mewah itu, Rial dan Doni tampak begitu terbuka berbagi pengalamannya kepada audience.

Ada banyak pelajaran berharga yang dapat saya petik dari perbicangan kami yang cukup lama itu. Diantaranya adalah menumbuhkan semangat, perjuangan dan komitmen yang tinggi untuk mencapai suatu tujuan. Setiap perjuangan harus dimulai dengan niat yang baik dan kemudian ditekuni dengan sepenuh hati. Bagi keduanya musik seakan menjadi suatu hal yang telah menyatu dengan diri.

Semoga saja sharing itu dapat memberikan inspirasi bagi audience.

Konser berlangsung dari pagi sampai sore hari. Dengan penuh percaya diri akhirnya kami berhasil memandu acara sehingga terlaksana dengan lancar.

Pesan Moral

Singkat saja, dari pengalaman yang cukup menguji nyali itu saya tidak lupa mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak. Terutama orang-orang terdekat saya terus memberikan motivasi dan mengajar public speaking kepada saya. Dengan penuh perjuangan dan do’a akhirnya saya bisa menaklukkan kekhawatiran saya. Allah adalah Maha Bijaksana dan Adil. Segala sesuatu yang kita mulai dengan niat yang baik dan penuh keikhlasan akan mebuahkan hasil yang baik.

_MG_0095.JPG
(Rialdoni memberikan motivasi kepada audience)
Apa saja yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya bisa terjadi kapanpun. Tugas kita saat ini adalah terus mempersiapkan diri untuk bisa tampil semaksimal mungkin. Pengalaman ini telah menjadi pelajaran terbaru bagi saya dalam meningkatkan kualitas komunikasi dan kepercayaan diri.

“Tetap percaya diri bahwa kita mampu melakukan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *