Indonesia is prone to earthquakes? Important To Teach Simulation To Save Yourself From Earthquakes For Students

Indonesia is one of the countries vulnerable to natural disasters such as earthquakes and tsunamis. In an investigation I found that one of the causes of Indonesia often experienced earthquakes and had many volcanoes, because Indonesia was located in the central part of the Pacific Ring of Fire. This area is known as a place prone to earthquakes and tsunamis.

In addition there is also the Alpide belt which is the pathway of earthquake movement. About 80% of earthquakes often occur as a result of these factors. As happened in the past few weeks, the earthquake struck Lombok. A few weeks later the earthquake and tsunami natural disaster struck the region of Palu and Donggala, Sulawesi Island.

Natural disasters such as earthquakes and tsunamis have resulted in hundreds of deaths. Thus, it takes an extension for the community about how to save themselves from natural disasters such as earthquakes and stunamis. Earthquake events also entered into one of the science subjects. Learning material without a simulation will certainly not have a good impact on the development of students’ mindset. Because it is also important the role of the school to conduct simulations on how to save themselves during an earthquake.

As I wrote earlier about the application of simulation methods in learning. By simulating how to save yourself during a tsunami earthquake will provide students with an understanding of the impact that will be experienced when an earthquake occurs. By doing these editions students will also get a broader experience and improve mindset. The process of saving yourself when an earthquake occurs becomes very important to be taught to students.

In addition to knowing about the basic description of earthquakes in certain concepts and theories, it will be more effective if this lesson is directly connected to natural phenomena that occur in the community’s life environment. The earlier students know how to evacuate themselves during an earthquake, the smaller the potential for casualties arising after an earthquake. Earthquake events can occur anytime and anywhere, even when they are far from their parents.

All schools must also be able to understand how to evacuate themselves and when conditions such as students are their responsibility. Thus if an earthquake occurs when they are in school, the teacher will become an instructor to direct students to save themselves. They must be taught how to be able to take refuge and avoid themselves from experiencing injury or anything.

The simulation activity can be directly requested from the local Disaster Management Agency. The main focus of the simulation will be to save yourself during an earthquake. All students must also be taught for emergency response to disaster victims by seeking reinforcements. In addition, the school must also prepare facilities such as earthquake signs. Then the teacher directs his students to both save themselves.

Simulation can be made like a drama that resembles an earthquake. Make classrooms ravaged for example, benches and tables falling. Don’t forget to ring the siren as a warning sign of an earthquake.

I have several suggestions that can be used during simulation activities. Earthquakes that can occur anywhere and anytime require us to be always ready to deal with them. For that, understand some ways to save yourself during an earthquake which I will explain below:

1. Get to know a safe place to hide

If an earthquake that hit a powerful force and could lead to several roof platforms that can fall down. Then this will not allow students to be taken out of the room. Even if there is the possibility of being able to get out, it can only be done by running around, and that I think will be a little risky. If the student is close to the window, he might be encouraged to jump out of the window. Also make sure that students stay away from heavy places like large closets. Avoid the door, because the door will not be as strong as we think. Invite students to be able to take shelter under the table while waiting for the earthquake to subside. If the earthquake has stopped, look up and see if it’s safe to move out. If it’s safe, then direct all students to get out of the room carefully and not block the exit.


2. Stay Survived

If you are still in class, immediately find a solid refuge. Don’t force yourself to come out if you are at risk. Hang on to continue to protect yourself under a large, strong and sturdy table. If underneath the table doesn’t fit to be occupied in a crowd, then just enough to squat in the corner of the room. Make sure the face and head are covered with hands. The head and face are parts of the body that are very important to be maintained and in control of their level of safety. If students are outdoors move to move away from large buildings, electricity poles and other high buildings. Try to stay and save yourself in a safer place. If the teacher and students are trapped in the room, make sure to ask for help. Avoid shouts that are not that important or you will be hurt by breathing dust. Shout or tap a few other objects around and ask anyone to help.


3. Wait until the situation is safe

If the occupied classroom seems to have no damage, you should still be in the room. If it’s not possible, then go away and find a way out. Protect yourself and students from damaged objects such as nails, glass, riches and other dangerous objects. After the earthquake is finished, immediately save yourself to a safer place. Even though the quake has stopped, stay in a safe place for some time. Because usually after the earthquake there will also be aftershocks. Usually this earthquake occurs within minutes or hours after the main earthquake occurs. If there are injuries to the body immediately seek treatment.


For some ways that can be done during an earthquake. Educating earthquakes to students and teachers will increase awareness of the risk of earthquakes and reduce the impact of losses that will occur.



[INDONESIA]

Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terkena bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Dalam sebuah penelusuaran saya menemukan bahwa salah satu penyebab Indoensia sering mengalami gempa dan memiliki banyak gunung berapi, karena Indonesia terletak pada bagian tengah daerah Cincin Api Pasifik. Daerah ini dikenal sebagai tempat yang rawan terkena bencana gempa dan tsunami.

Selain itu terdapat juga sabuk Alpide yang merupakan jalur dari pergerakan gempa bumi. Sekitar 80% gempa bumi sering kali terjadi akibat dari faktor tersebut. Seperti yang telah terjadi dalam beberapa pekan yang lalu, bencana gempa bumi melanda wilayah Lombok. Selang beberapa pekan kemudian bencana alam gempa bumi dan tsunami menerjang wilayah Palu dan Donggala, Pulau Sulawesi.

Bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami telah mengakibatkan ratusan orang meninggal. Dengan demikian dibutuhkan satu penyuluhan bagi masyarakat tentang cara menyelamatkan diri dari bencana alam seperti gempa bumi dan stunami. Peristiwa gempa bumi juga masuk kedalam salah satu mata pelajaran sains. Pembelajaran materi tanpa adanya simulasi tentu tidak akan memberikan dampak yang baik terhadap perkembangan pola pikir siswa. Oleh karena penting juga peranan dari pihak sekolah untuk mengadakan simulasi cara menyelamatkan diri saat gempa bumi.

Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya tentang penerapan metode simulasi pada pembelajaran. Dengan mengadakan simulasi cara menyelamatkan diri saat gempa stunami akan memberikan pemahaman bagi siswa tentang dampak yang akan dialami saat terjadinya gempa bumi. Dengan dilakukan eduasi tersebut siswa juga akan mendapatkan pengalaman yang lebih luas dan meningkatkan pola pikir. Proses menyelamatkan diri saat gempa bumi terjadi menjadi sangat penting untuk diajarkan kepada siswa.

Selain mengetahui tentang gambaran gempa bumi secara mendasar dalam konsep-konsep dan teori tertentu, akan lebih efektif bila pelajaran ini di hubungkan langsung dengan fenomena alam yang terjadi di dalam lingkungan kehidupan masyarakat. Semakin dini siswa mengenal cara mengevakuasi diri saat gempa akan semakin kecil potensi korban jiwa yang timbul setelah kejadian gempa. Kejadian gempa bumi bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, bahkan saat mereka jauh dar orang tuanya.

Seluruh pihak sekolah juga harus dapat memahami cara evakuasi diri dan saat kondisi seperti siswa menjadi tanggung jawab mereka. Dengan demikian apabila bencana gempa terjadi saat mereka sedang berada di sekolah, maka guru akan menjadi instruktur untuk mengarahkan siswa dalam menyelamatkan diri mereka. Mereka harus diajarkan bagaiman cara untuk bisa berlindung dan menghindari diri agar tidak mengalami luka atau apapun.

Kegiatan simulasi tersebut dapat langsung diminta dari Badan Penanggulangan Bencana setempat. Fokus utama dari simulasi yang akan dilakukan adalah menyelamatkan diri saat gempa bumi. Seluruh siswa juga harus diajarkan untuk tanggap darurat terhadap korban bencana dengan mencari bala bantuan. Selain itu pihak sekolah juga harus menyiapkan fasilitas seperti sirine tanda gempa bumi. Kemudian guru mengarahkan siswanya untuk sama-sama menyelamatkan diri.

Simulasi bisa dibuat seperti sebuah drama yang menyerupai saat gempa bumi sedang terjadi. Buatlah ruang kelas menjadi porak poranda misalnya, bangku-bangku dan meja berjatuhan. Jangan lupa untuk membunyikan sirine sebagai tanda peringatan terjadinya gempa bumi.

Saya mempunyai beberapa saran yang bisa digunakan saat kegiatan simulasi. Gempa bumi yang dapat terjadi dimanapun dan kapanpun menghendaki kita untuk dapat selalu siap dalam menghadapinya. Untuk itu pahamilah beberapa cara menyelamatkan diri saat gempa bumi yang akan saya jelaskan di bawah ini :

1. Kenali Tempat Yang Aman Untuk Bersembunyi

Jika gempa yang melanda berkekuatan dahsyat dan bisa mengakibatkan beberapa platform atap yang bisa berjatuhan ke bawah. Maka hal tersebut tidak akan memungkinkan siswa untuk dibawa keluar dari ruangan. Jikapun ada kemunngkinan untuk bisa keluar hanya akan dapat dilakukan dengan berlarian, dan itu saya pikir akan sedikit beresiko. Jika posisi siswa dekat dari jendela, mungkin saja dia bisa dianjurkan untuk meloncat keluar melewati celah jendela. Pastikan juga agar siswa untuk berjauhan dari tempat yang berat seperti lemari besar. Menghindarlah dari pintu, karena pintu tidak akan sekuat yang kita pikirkan. Ajak siswa untuk dapat berlindung di bawah meja sementara menunggu gempa reda. Jika gempa sudah berhenti, lihatlah ke atas dan perhatikan apakah sudah aman untuk bergerak keluar. Jika sudah aman, maka arahkan semua siswa untuk keluar ruangan dengan hati-hati dan tidak menghalangi pintu keluar.


2. Tetaplah Bertahan

Jika masih berada di dalam kelas, segeralah mencari tempat perlindungan yang kokoh. Jangan memaksakan diri untuk keluar jika akan beresiko. Bertahanlah untuk terus melindungi diri di bawah meja yang besar, kuat dan kokoh. Jika di bawah meja tidak muat untuk ditempati secara beramai-ramai, maka cukup saja untuk berjongkok di sudut ruang. Pastikan wajah dan kepala ditutupi menggunakan tangan. Kepala dan wajah merupakan bagian organ tubuh yang sangat penting untuk dijaga dan di kontrol tingkat keselamatannya. Jika siswa berada di luar ruangan bergeraklah untuk menjauh dari bangunan besar, tiang listrik dan bangunan lain yang tinggi. Usahakan untuk tetap bertahan dan menyelamatkan diri ketempat yang lebih aman. Jika guru dan siswa terperangkap di dalam ruangan,pastikan untuk meminta pertolongan. Hindari teriakan yang tidak begitu penting atau anda akan celaka dengan menghirup debu. Lakukan teriakan atau ketuklah beberapa objek lain yang ada disekitar dan mintalah siapapun untuk membantu.


3. Tunggu Sampai Situasi Aman

Jika ruang kelas yang ditempati terlihat tidak memiliki kerusakan, sebaiknya tetap saja berada di dalam ruang. Jika tidak memungkinkan, maka pergilah menjauh dan cari jalan keluar. Lindungi diri anda dan siswa dari benda-benda yang rusak seperti, paku, kaca, kayau dan benda-benda lainnya yang berbahaya. Setelah gempa selesai, segeralah untuk menyelamatkan diri ketempat yang lebih aman. Meskipun gempa sudah berhenti tetaplah untuk berada di tempat yang aman dalam beberapa waktu. Karena biasanya setelah gempa itu akan ada juga gempa susulan. Biasanya gempa ini terjadi dalam beberapa menit atau jam setelah gempa utama terjadi. Jika terdapat luka-luka pada tubuh segeralah untuk mencari perawatan.


Demikanlah beberapa cara yang bisa dilakukan saat terjadinya gempa bumi. Dengan melakukan edukasi gempa bumi pada siswa dan guru akan meningkatkan kesadaran terhadap resiko gempa dan mengurangi dampak kerugian yang akan terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *